menu

16 Agustus 2018 news

Kolaborasi Tria dan Noor: dari Senasib jadi Seperjuangan #CeritaMadhang

Tria dan Noor awalnya adalah karyawan di sebuah industri pabrik. Mereka kemudian memutuskan untuk resign dan membuka warung Cobek Gemez.  Noor memilih mengundurkan diri dari pekerjaannya pada akhir 2017 lalu. Tekanan pekerjaan yang menjadi alasan alumnus teknik kimia 2012 tersebut untuk resign. Lalu disusul Tria yang memutuskan mengundurkan diri  4 bulan kemudian. Alumnus teknik industri 2005 tersebut merasa kelelahan dengan pekerjaannya yang sering menuntut untuk kerja lembur hingga tengah malam.

Tak berselang lama setelah resign, Tria dan Noor bertemu kembali saat mengikuti les musik yang sama. Saling berkeluh kesah, ternyata mereka memiliki keinginan yang sama untuk membangun usaha kuliner karena sama-sama memiliki hobi memasak. Sebelumnya Tria dan Noor masing-masing pernah membuka usaha kuliner kecil-kecilan. Saat masih bekerja, Tria sering membuka preorder untuk makanan western seperti lasagna dan maccaroni schottel. Wanita berusia 31 tahun ini mengaku pernah ingin mengikuti sekolah memasak namun tidak diizinkan keluarganya. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Tria dan tetap belajar memasak secara otodidak hingga kini.

Tidak jauh berbeda dengan Tria, selepas resign dari pekerjaannya Noor juga sempat berjualan aneka jajanan. Wanita berusia 28 tahun ini membuat jajanan seperti pisang coklat, sosis solo dan sate jamur yang kemudian ia titipkan ke penjual jajanan pasar.

Pada Maret 2018, bermodal patungan Tria dan Noor membeli berbagai keperluan untuk mendirikan warung sederhana di garasi rumah Tria. Mereka memutuskan untuk membuka warung Cobek Gemez yang menjual aneka menu penyetan dan seafood. Nama Cobek Gemez dipilih karena Cobek sendiri identik dengan sambal dan Gemez diambil dari kata goreng dan kremes yang mewakili makanan penyetan.

Dalam hal pembagian tugas, biasanya Tria dan Noor saling bergantian memasak jika ada pesanan datang. Sebelum membuka warung Tria mempersiapkan bumbu sedangkan Noor membuat sambal. Jika ingin menambah menu baru, mereka biasa memasak bersama untuk menentukan rasa yang pas.

Memiliki usaha yang masih berusia jagung, Tria dan Noor mengaku terkendala dalam segi pemasaran. Sebagian besar pelanggan Cobek Gemez masih sekitar tetangga dan teman mereka saat kerja dulu. Oleh karena itu mereka memutuskan untuk bergabung di Madhang agar warung Cobek Gemez semakin dikenal luas. Tria dan Noor berharap kedepannya mereka memiliki modal yang cukup untuk membangun warung yang lebih layak.

Ayo dukung terus usaha mikro dan kecil menengah seperti milik Tria dan Noor. Pakai terus aplikasi Madhang untuk ikut memajukan hasil kuliner rumahan. #janganlupamadhang