menu

10 Agustus 2018 news

Kisah Eva: Resep Turun Temurun Usaha Kuliner Keluarga #CeritaMadhang

Eva adalah salah satu mitra Madhang area Semarang. Ia membuka dapur dengan nama “Mangkok Nasi” yang berfokus pada penjualan catering. Eva mengaku bisnis kuliner ini pertama kali dirintis oleh sang nenek yang berjualan di pasar. Kala itu, nenek Eva menjual beragam masakan jawa seperti  gudeg, pecel dan nasi jagung. Ketika dagangan masih sisa, nenek Eva akan menjualnya dengan berkeliling menggunakan sepeda dari rumah ke rumah.

Bakat usaha kuliner kemudian diturunkan ke ibu Eva yang membuka usaha catering. Promosi dari mulut ke mulut membuat usaha catering ini memiliki banyak pelanggan. Kini, usaha catering tersebut dilanjutkan oleh Eva yang menurunkan beragam resep dari nenek dan ibunya seperti lontong opor, gudeg dan masakan jawa lainnya.

Hobi memasak nampaknya mulai diturunkan Eva ke anak keduanya yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. Ia sering membantu Eva dalam menyiapkan dagangan seperti membuat es, memotong bahan makanan dan menggoreng. Eva mengaku cukup kerepotan untuk membagi waktu antara pekerjaan rumah dan usahanya, namun ia bersyukur ketiga anak dan suaminya turut mendukung usaha Eva.

Eva sudah bergabung dengan Madhang sejak Januari 2018. Kemajuan teknologi sangat membantu ibu tiga anak ini dalam mempromosikan dagangannya. Dengan berjualan online, wanita berusia 31 tahun ini bisa menerima banyak pesanan setiap harinya. Bahkan ia sampai tidak tidur jika ada pesanan untuk pagi hari. Menu yang sering dipesan pelanggan Eva diantaranya gudeg, nasi langgi dan tahu isi lumpia.

Jadi, ayo ramaikan produk kuliner rumahan buatan Eva dan ibu rumah tangga lainnya untuk mendukung kemajuan ekonomi bangsa. Gunakan terus aplikasi Madhang dan temukan citarasa kuliner nusantara. #ceritamadhang #janganlupamadhang