menu

28 September 2018 news

Kerja Keras Nanda: Merintis Usaha Sejak SMA

Meskipun orang tuanya berpisah sejak ia kecil, hal itu tak lantas membuat Nanda kehilangan semangat. Bersama sang ibu, perempuan kelahiran 1996 ini memulai usaha Sushi Homemade sejak ia masih duduk di bangku SMA. Saat itu Nanda mempromosikan  sushinya melalui sosial media. Di awal usaha, Nanda sering memberi promo seperti promo sushi gratis dan mengantarkannya langsung kepada pembeli. Dari situlah Sushi Homemade mulai mendapatkan banyak pelanggan.

Seusai SMA, Nanda sempat mengenyam pendidikan D1 Perhotelan sembari menekuni usaha Sushi Homemade. Dari sana, ia banyak belajar mengenai kuliner dan menjajal berbagai pengalaman di bisnis kuliner mulai dari waitress, chef hingga supervisor di sebuah cafe. Selain itu, sebagai generasi muda Nanda rajin membaca buku motivasi bisnis dan kerap mengikuti pelatihan mengenai bisnis, baik itu workshop maupun pelatihan online.

Nanda memilih menjajakan sushi karena memang penggemar berat makanan asal Jepang ini. Karena aslinya sushi terbuat dari bahan mentah, Nanda terpikirkan untuk membut sushi dari bahan matang yang sesuai dengan lidah orang Jawa. Bahkan ia membuat inovasi sushi dengan citarasa khas Indonesia seperti sushi pecel dan sushi indomie. Kedepannya ia berencana membuat variasi sushi yang lain seperti sushi rendang, ayam sambel matah, rawon dan masakan Indonesia lainnya.

 

Nanda cukup selektif memilih bahan untuk sushinya. Sehari – hari, Nanda biasa berbelanja kebutuhan makanan di pasar bersama sang ibu sejak pukul 3 dini hari. Hal itu agar ia mendapatkan sayuran segar yang baru saja dipetik oleh petani sayur. Sedangkan untuk bahan utama yaitu nasi ia memilih nasi Jepang non-mirin untuk menghindari kandungan alkohol agar menjaga kepercayaan pelanggannya. Setelah berbelanja ia mulai memasak dan membuka warungnya sejak pukul 8 pagi hingga 9 malam.

Menurut Nanda, membuat sushi adalah seni. Meskipun terlihat mudah, membuat sushi harus melewati fase trial and error terutama ketika menggulung nasi karena dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Nanda sendiri memiliki trik tersendiri setelah beberapa kali berlatih agar hasil sushinya bisa terlihat sempurna. Nanda mengaku meskipun sushi buatannya bisa bertahan hingga 6 jam, ia memilih untuk mengolah langsung sushinya ketika ada pesanan agar masih fresh. Sushi Homemade juga menyediakan kemasan versi platter untuk beragam acara seperti ulang tahun, syukuran, arisan dan sebagainya.

Kini, sembari berdagang, di akhir pekan Nanda melanjutkan pendidikannya dengan  mengambil perkuliahan S1 jurusan manajemen. Harapannya ke depan ia bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat agar Sushi Homemade semakin berkembang. Nanda bercita-cita ingin menjadi pengusaha agar nantinya dapat membantu orang banyak.